Video ini mengulas kembali kisah tragis Marsinah, buruh pabrik yang dibunuh pada tahun 1993 setelah menuntut hak upah minimum regional. Marsinah, seorang buruh sederhana namun cerdas, menjadi simbol keberanian buruh perempuan melawan kepentingan perusahaan dan rezim represif. Tindakannya mempertanyakan nasib kawan-kawan yang diculik menjadi langkah yang dianggap "terlalu berani," berujung pada penyiksaan dan pembunuhan.
Penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional pada 2025 merupakan bentuk pengakuan negara. Namun, sorotan tajam diarahkan pada keadilan yang hingga kini belum tuntas: pelaku komando di balik pembunuhan brutal itu tak pernah tersentuh. Kasus ini menjadi peringatan keras tentang union busting, upah murah, dan ketakutan kekuasaan terhadap suara rakyat kecil.
Mari kita lanjutkan percakapan ini. Apakah gelar pahlawan ini adalah awal keberanian politik atau sekadar seremoni penutup luka? Bagaimana kita memastikan bahwa tidak ada lagi Marsinah yang harus berjalan sendirian menuju ketidakadilan?
Penulis Naskah Thoriq A. Taqiyuddin
Editor Ikhwan F. Mauzin